Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

Akhir 2019 lalu, Jembatan Muharto mengalami kerusakan yang cukup parah. Hingga akhirnya Pemkot Malang menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar dari Biaya Tidak Terduga (BTT) untuk membuat konstruksi penyangga.

Sampai saat ini, penyangga itu terpasang dan aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut telah normal seperti sebelumnya. Sehingga, Pemerintah Kota Malang tak memprioritaskan Jembatan Muharto sebagai salah satu rencana pembangunan fisik pada 2021 mendatang. 

Baca Juga : Jalan Penghubung Ngujang 2 di Tulungagung Akan Diserahkan ke Provinsi

Meskipun sebelumnya, DPRD Kota Malang meminta agar Pemkot Malang memperhatikan kondisi Jembatan Muharto tersebut.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, konstruksi penyangga Jembatan Muharto masih bisa bertahan hingga beberapa tahun ke depan. Sehingga, Jembatan Muharto tidak diajukan dalam perencanaan penganggaran 2021 mendatang.

"Itu kekuatannya 15 tahun," katanya.

Pemasangan penyangga Jembatan Muharto itu sendiri dulu menggunakan sistem retrofitting. Metode atau teknik ini untuk melengkapi bangunan dengan memodifikasi atau me-restore dengan menambah bagian atau peralatan baru yang dianggap perlu karena tidak tersedia pada saat awal pembuatannya.

Teknik retrofitting bertujuan untuk menyesuaikan kondisi atau keperluan baru terhadap bangunan seperti memperbaiki bangunan yang rusak, memperkuat bangunan, menambah ruangan dan lain sebagainya, tanpa harus membongkar total bangunan yang sudah ada.

Baca Juga : Susah Revitalisasi Pasar, Pemkot Malang Terikat Janji Pihak Ketiga

Pemasangan penyangga dengan teknik tersebut merupakan rekomendasi tim forensik Universitas Brawijaya (UB) Malang yang sudah bekerja sama dengan Pemkot Malang sejak diketahui terdapat keretakan pada jembatan.

Sementara itu, saat diketahui terjadi keretakan, hasil uji forensik menunjukkan jika kapasitas jembatan turun hingga 40 persen. Sesuai dengan rekomendasi tim teknis, maka saat itu diambil langkah pemeliharaan Jembatan dengan metode tersebut. Metode ini dipastikan  mampu mengembalikan kondisi fisik seperti semula.