Ketua BSU Eltari Cemorokandang, Yusuf (kerudung coklat) saat menerima nasabah baru (DLH Kota Malang for MalangTIMES)
Ketua BSU Eltari Cemorokandang, Yusuf (kerudung coklat) saat menerima nasabah baru (DLH Kota Malang for MalangTIMES)

Bank Sampah Malang (BSM) binaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mendapat bantuan uang tunai Rp 75 juta dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT PLN Peduli Distribusi Jawa Timur (Jatim). Bantuan uang tersebut digunakan BSM untuk membeli mobil pikap sebagai sarana mobilisasi.

Pembina BSM yang sekaligus kepala bidang (Kabid) penataan dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup DLH Kota Malang, Rahmat Hidayat mengaku bersyukur karena BSM mendapat bantuan berupa uang tunai yang bisa dibelikan mobil pikap sebagai sarana mobilisasi.

Baca Juga : Buka Pasar Ekspor untuk UMKM, Gubernur Khofifah Apresiasi Inisiasi BI

"Bank Sampah Malang (BSM) saat pandemi ini berterima kasih pada CSR PT PLN Peduli  Distribusi Jawa Timur karena mendapat bantuan sebesar Rp 75 juta untuk pembelian pikap sebagai amunisi baru dalam pengambilan sampah kepada Bank Sampah Unit (BSU)," ujar Rahmat Hidayat.

Rahmat menuturkan bahwa BSM sebagai Bank Sampah Induk di Kota Malang sejak tahun 2011 sampai sekarang menerima bantuan untuk meningkatkan sarana dan prasarana dari CSR PT PLN Peduli Distribusi Jawa Timur.

"Kalau dari Pemerintah Kota Malang bantuannya dalam hal pembinaan dan pendampingan pada Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat RT/RW yang ada di Kota Malang. Bantuan ini sangat dibutuhkan BSM karena semua biaya operasional semuanya didapat dari keuntungan selisih pembelian sampah dari nasabah baik nasabah individu maupun BSU yang kemudian dijual ke lapak besar atau industri daur ulang sampah," ungkapnya.