Petugas gabungan saat melakukan upaya pencarian di saluran irigasi yang ada di samping rumah balita yang hilang dengan cara menguras air irigasi
Petugas gabungan saat melakukan upaya pencarian di saluran irigasi yang ada di samping rumah balita yang hilang dengan cara menguras air irigasi

Pencarian keberadaan balita 1,5 tahun asal Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang yang dikabarkan hilang secara misterius dikabarkan bakal dihentikan besok (Minggu 18/10/2020).

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kasi Pelayanan PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Amirul Yasin, saat dikonfirmasi Sabtu (17/10/2020) malam. ”Sampai dengan sore ini tadi (Sabtu 17/10/2020) korban belum ditemukan. Kemudian dari hasil analisa di lapangan, sepertinya besok (Minggu 18/10/2020) proses pencarian akan dihentikan,“ ungkap Yasin.

Baca Juga : 2 Hari Balita Hilang Misterius, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

 

Hasil analisa yang dimaksud tersebut, diterangkan Yasin, merujuk pada kecilnya kemungkinan si korban jatuh atau hanyut ke saluran irigasi yang berlokasi di samping rumahnya.

”Mulai kemarin saya analisa, kalau korban jatuh ke sungai tidak mungkin, karena pertama tidak ada saksi yang mengetahui kemungkinan itu. Kedua kondisi sungai waktu itu penuh dengan sampah, jadi seandainya anak masuk ke saluran gorong-gorong sepertinya tidak mungkin karena lubangnya air itu gak besar. Jangankan balita, ayam saja masuk situ sepertinya bakal kesulitan,” terang Yasin.

Sekedar informasi, dari penelusuran media online ini di lokasi, saluran irigasi yang ada di sekitar tempat kejadian itu, merupakan air pembuangan yang mengalir dari gorong-gorong warga setempat.  Ukurannya pun tidak terlalu besar, justru tumpukan sampah yang lebih terlihat dibandingkan aliran air.

Lanjut, analisa dasar pemberhentian proses pencarian selanjutnya, dijelaskan Yasin, adalah banyaknya sampah yang ada di titik kumpul saluran irigasi tersebut. ”Pas kejadian tidak ada banjir, gorong-gorong itu kecil. Logikanya, di situ (irigasi, red) penuh sampah. Kata masyarakat setempat, waktu dulu dibersihkan sampahnya terkumpul lebih dari 1 pikap. Jadi sepertinya tidak mungkin (bisa hanyut, red),” sambung Yasin.

Untuk diketahui, tinggi gorong-gorong yang ada di sekitar lokasi kejadian sangatlah kecil. Dari analisanya, Yasin memastikan jika gorong-gorong yang terhubung antar rumah warga tersebut hanya memiliki celah sekitar 15 sentimeter lantaran ada tumpukan sampah.

”Jadi kan tidak mungkin secara logika anak bisa masuk gorong-gorong, jarak ketinggian antara sedimen dengan atap gorong-gorong hanya sekitar 15 sentimeter. Paling tinggi airnya kemarin dimasuki teman-teman hanya sekitar 30 sentimeter,” terang Yasin.

Pertimbangan selanjutnya, terpaksa dihentikannya proses pencarian tersebut lantaran gorong-gorong yang teraliri air irigasi tersebut, terletak di bawah rumah warga. Hal itulah yang membuat petugas tidak memungkinkan untuk membongkar semua aliran gorong-gorong yang ada di sekitar lokasi kejadian.

”Yang jadi masalah di situ, gorong-gorong melewati bawahnya rumah orang. Jadi kalau dibuka kesulitan, tapi teman-teman (relawan, red) tadi sudah menyedot air pakai pompa, hasilnya juga percuma,” ujarnya.

Baca Juga : Kabupaten Malang Gempar, Balita Asal Bululawang Dikabarkan Hilang

 

Seperti yang sudah diberitakan, balita 1,5 tahun yang diketahui bernama Bagus Setia Ramadhan ini dikabarkan hilang secara misterius pada Kamis (15/10/2020) siang. Bagus sendiri merupakan putra dari pasangan Danang dan Titin. Di mana, balita yang dikabarkan hilang tersebut diketahui kembar. Yakni Bagus dan bagas. Sedangkan yang hilang adalah sang kakak yang bernama Bagus.

Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh pihak kepolisian, Bagus sempat bermain di rumahnya dengan didampingi keluarganya. Salah satunya adalah sang kakek yang bernama Suparli. Tidak lama kemudian, Bagus berpamitan untuk pergi ke rumah neneknya yang kebetulan ada di depan rumah korban.

Berselang sekitar 4 menit kemudian, pihak keluarga yang tidak mendengar suara dan melihat gerak gerik balita 1,5 tahun tersebut, bergegas mencari keberadaan korban.

Sayangnya meski sempat dicari oleh warga dan pihak keluarga, keberadaan Bagus tak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya kejadian itupun dilaporkan ke pihak kepolisian, Kamis (15/10/2020).

Hingga hari ini (Sabtu 17/10/2020), dari pantauan media online ini di lokasi kejadian, tidak kurang dari 50 personel gabungan dari SAR, PMI Kabupaten Malang, Polsek Bululawang, hingga para relawan diterjunkan guna melakukan pencarian.

Namun, meski sudah dicari di sekitar saluran irigasi selama tak kurang 3 hari lamanya, hingga Sabtu (17/10/2020) keberadaan balita 1,5 tahun itu masih menjadi misteri.