K. H. Abdul Adhim A. saat diwawancarai MojokertoTIMES (Foto: MojokertoTIMES)
K. H. Abdul Adhim A. saat diwawancarai MojokertoTIMES (Foto: MojokertoTIMES)

Organisasi Masyarakat terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) punya tekad mewujudkan Santri Kuat Indonesia Hebat. Untuk mewujudkan itu, ada tiga pilar yang bisa dijadikan landasan dalam pelaksanaannya. Hal itu disampaikan oleh Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto K.H. Abdul Adhim A. saat menghadiri Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang diadakan GP Ansor Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, di Ponpes Sabilul Muhtadin Mlaten Puri, Mojokerto, pada Jumat (16/10/2020).

"Ada 3 pilar yang harus dipenuhi. Yang pertama yaitu, ideologi yang kuat. Kedua, perekonomian yang kuat. Dan ketiga aspek budaya,” kata Kiai Adhim kepada  MojokertoTIMES.

Baca Juga : Peringati Tahun Baru Islam, Kiai Marzuki Mustamar Luruskan Paham Islam Nusantara

Dia melanjutkan, proses pembekalan untuk memenuhi pilar yang pertama salah satunya bisa dilakukan dengan transformasi ideologi yang benar terhadap kalangan generasi muda. “Seperti acara Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang diadakan GP Ansor Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto ini. Acara pengaderan seperti ini akan membawa NU di Mojokerto ibarat lampu bisa lebih bersinar lagi dari kalangan generasi muda,” ungkap dia,.

Tokoh NU di Kabupaten Mojokerto ini juga menekankan bahwa dengan proses kaderisasi tersebut, sahabat Ansor pada khususnya dan generasi muda umumnya ke depan akan lebih siap menghadapi berbagai permasalahan yang semakin kompleks dibandingkan generasi yang sebelumnya. 

“Ideologi Islam yang dibawa Rasulullah adalah Islam yang membawa kasih sayang. Maka materi-materi yang disampaikan dalam acara semacam ini hendaknya ditangkap para peserta tentang ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Al-nahdliyyah, bahwa Islam itu Rahmatan lil-‘alamin (menjadi rahmat untuk alam semesta). Rasulullah mengajarkan untuk menebar cinta kasih, bukan kebencian. Jadi generasi muda NU jangan mudah mengafirkan orang lain,” beber tokoh yang  berdomisili di Kecamatan Puri ini.

Selain pembekalan penguatan ideologi Aswaja pilar lain yang tidak boleh dilupakan untuk menciptakan santri hebat Indonesia kuat yakni dalam bidang ekonomi. Kiai Adhim menyebutkan bahwa Majelis Pengurus Cabang (MPC) yang ada di Mojoketo sudah melakukan langkah-langkah penguatan dalam bidang ekonomi.

“Dari 18 MPC yang ada di Mojokerto, di Ngoro dan Dlanggu sudah didirikan NU-Mart. Tempat-tempat perbelanjaan semacam ini bisa menjadi tempat berinvestasi para warga NU sekaligus menjadi pusat perbelanjaan umat,” harapnya.

Baca Juga : Rasulullah SAW Tawarkan Bangkai Kambing Buta dan Cacat pada Para Sahabat, Untuk Apa?

Selain dalam fasilitas perekonomian, fasilitas kesehatan juga menjadi prioritas yang diutamakan. Oleh karenanya, pendataan secara menyeluruh terhadap warga beserta kelengkapan informasinya dilakukan dengan cermat untuk mengetahui profesi dan pekerjaan para anggota. Dari informasi ini bisa diketahui hal apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat Nahdliyyin khususnya. Sehingga gerakan pemenuhan kebutuhan terkait perekonomian maupun fasilitas kesehatan bisa tepat sasaran, apalagi di era reses akibat pandemi Covid seperti sekarang ini.

baginya, pelatihan yang diadakan sahabat Ansor ini termasuk bagian dari upaya membentuk dan mewujudkan tekad santri kuat Indonesia hebat. Membentengi anak-anak kita dari ideologi ekstrem dan radikal supaya tidak mudah tertipu atau terkecoh. Pilar budaya seperti tahlilan, maulidan, dan kegiatan-kegiatan warga lainnya yang berbasis kearifan lokal harus dijaga. 

"Walaupun semisal berbeda agama, tapi kita masih saudara sebangsa sesama manusia, jadi jangan sampai hilang rasa persaudaraan kita agar tidak mudah mencelakai saudara lainnya. Sebagaimana yang didapati dilakukan oleh aliran-aliran radikal seperti ISIS dan lain-lain,” pungkasnya.