Jatim Times Network Logo
08/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Kit Deteksi Dini Penyakit Autoimun Tiroid Karya Peneliti UB Raih Diamond Indonesia Healthcare Innovation Award

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

26 - Nov - 2022, 08:49

Karya peneliti UB raih Diamond Award. (Ist)
Karya peneliti UB raih Diamond Award. (Ist)

JATIMTIMES - Karya inovasi dari tim peneliti Universitas Brawijaya (UB) berjudul "Deteksi Dini  Penyakit Tiroid Autoimun Berbasis Thyroid Peroxidase (TPO) dan Thyroid Stimulating   Hormone Receptor (TSHR) untuk Peningkatan Layanan Kesehatan di Indonesia" meraih juara terbaik I (Diamond Award) untuk kategori inovasi alat kesehatan (alkes).  

Dalam penelitian ini, tim UB membuat sebuah kit atau alat deteksi dini TPO-TSHR. Karya inovasi ini dibuat melihat dari banyaknya penderita tiroid autoimun (PTA) atau autoimune thyroid disease (AITD). Bahkan, jumlahnya di dunia mencapai 2 sampai 5 persen dari jumlah populasi penduduk. 

Baca Juga : Bentuk Siswa Baik dan Unggul, Disdikbud Kota Malang Tekanan Pendidikan Karakter di Sekolah

Penyakit ini rentan diderita wanita hamil. Wanita hamil rentan dengan penyakit tiroid autoimun. Jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan keguguran, stunting, bahkan IQ anak menjadi rendah. Ini disebabkan ketidakseimbangan hormon tiroid selama kehamilan. Risiko pada bayi lahir bisa menyebabkan prematur dan berat badan rendah saat lahir.

"Dan ini akan menjadi alat skrining kongenetal tiroid (stunting) sebagai target pemerintah menurunkan angka stunting sampai 10,4 persen pada tahun 2024," jelas Prof Dr Aulanni'am drh DES selaku ketua tim peneliti. 

1

Penelitian ini terwujud berkat kolaborasi UB dengan PT Bio Farma (Persero) sebagai salah satu produsen farmasi terbesar di Indonesia.

Penggunaan kit deteksi dini TPO-TSHR ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat Indonesia karena aplikasinya relatif mudah, sederhana, dan tidak membutuhkan alat-alat khusus yang rumit sehingga dapat digunakan di fasilitas kesehatan tingkat I di seluruh Indonesia. 

"Dalam satu tahun ke depan, kit ini diharapkan dapat dipasarkan secara nasional dan internasional sebagai karya anak bangsa dari Universitas Brawijaya," papar Aulannia'am.

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Widodo menambahkan, bahwa produk penelitian yang diketuai Prof Aulanni’am ini didanai oleh RISPRO, yaitu skema penelitian yang diselenggarakan oleh LPDP.

2

"Sekarang kita masuk ke tahap uji klinis. Nanti kalau hasilnya bagus, harapan kita ke depan, uji klinisnya bisa lebih banyak. Sehingga nanti harapannya tahun depan bisa dilepas ke pasar dan bisa dipakai masyarakat," tandas Widodo.

Baca Juga : Kecamatan Pakis Kenalkan Kebun Eyangku Inspirasiku dalam Lomba Konten Kreator

Penyerahan penghargaan diberikan pada 24 November 2022. IHIA merupakan penghargaan bergengsi bidang kesehatan yang diprakarsai oleh IndoHC Forum bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, BKKBN, BRIN, 16 organisasi bidang kesehatan, dan didukung perusahaan produk kesehatan. 

Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-58. Acara bergengsi ini dibuka oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Drg Arianti Anaya MKM mewakili menteri jesehatan RI, ditandai dengan pemukulan gong virtual.

 


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

Berita Lainnya