30/11/2022 Kado Ultah Spesial untuk Bupati Banyuwangi: Suami Jadi Menpan-RB dan #MenteriMesum | Jatim TIMES

Kado Ultah Spesial untuk Bupati Banyuwangi: Suami Jadi Menpan-RB dan #MenteriMesum

Sep 11, 2022 08:46
Bondan Madani Ketua Umum Lembaga Diskusi Kajian Sosial Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (LDKS PIJAR)
Bondan Madani Ketua Umum Lembaga Diskusi Kajian Sosial Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (LDKS PIJAR)

JATIMTIMES - 10 September merupakan hari kelahiran atau ulang tahun orang nomor satu di Banyuwangi yaitu Ipuk Fiestiandani yang genap berusia 49 tahun. Di hari yang special dan berbahagia ini, banyak sekali  tokoh, aktivis, lembaga dan instansi yang memberikan ucapan selamat dan mendoakan agar selalu mendapatkan kesehatan dan sukses dalam kariernya.

Kado yang paling istimewa adalah saat sang suami Abdullah Azwar Anas (AAA) dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) RI di Istana Negara, Rabu (7/9/2022).

Baca Juga : 3 Nabi Ini Punya Pendamping Hidup Lebih dari Satu

Akan tetapi kado pelantikan sang suami menjadi menteri berubah menjadi ujian kesabaran, keikhlasan dan ketabahan sebagai seorang istri yang setia. Karena di media sosial viral dengan Tagar #MenteriMesum di kalangan netizen untuk menanggapi pelantikan seorang menteri yang dinilai atau diduga foto mesum mirip Abdullah Azwar Anas suaminya.

Tak pelak, realitas yang ada menjadi pukulan telak bagi Ipuk sebagai sosok perempuan sekaligus sang istri. Di mana awalnya dia senang dan bangga melihat sang suami menjadi Menpan-RB menggantikan Almarhum Tjahjo Kumolo. Kemudian harus merasakan pil pahit karena media berbondong-bondong memberitakan terkait hal itu.

Bagi warga Banyuwangi sebetulnya tidak begitu kaget mendengar kabar itu. Pasalnya ketika menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, foto-foto mesum itu seperti diketahui pernah beredar saat pencalonan Gubernur - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) tahun 2018. Di mana, PDI Perjuangan mencalonkan pasangan  Saifullah Yusuf (Gus Ipul) -Abdullah Azwar Anas.

Jelas viralnya tagar #MenteriMesum itu tentu menjadi sindiran pada  Presiden Jokowi yang baru saja melantik Menteri PAN-RB. Banyak yang menganggap Tim Sekretariat Negara, kurang jeli meneliti rekam jejak calon menteri.

Apabila berita tersebut dibiarkan justru membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan menurun. Karena sebelumnya rakyat sudah digegerkan dengan kasus pembunuhan Brigadir Y yang melibatkan Kadivpropam nonaktif Ferdi Sambo. Dalam beberapa waktu terakhir terjadi i gelombang demonstrasi penolakan rakyat terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi.

Selain itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) sebagai parpol yang mengusulkan Kepala LKPP menjadi MENPAN-RB juga dinilai kurang cermat dalam memilih. Jangan asal tunjuk saja, karena ini merupakan jabatan publik sehingga akhlak menjadi ukuran tertinggi.

Padahal masih banyak kader PDI-Perjuangan  lain  yang lebih bersih dan senior secara perkaderan partai untuk menggantikan almarhum Tjahjo Kumolo, kenapa mesti Abdullah Azwar Anas yang baru tahun 2016 bergabung dengan partai berlambang banteng.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi dan Ibu Megawati harus mengkaji ulang dampak yang akan ditimbulkan ke depannya ketika tetap mempertahankan AAA, suami  Bupati Banyuwangi menjadi Menpan-RB. Apalagi mendekati tahun politik, pasti banyak yang memanfaatkan hal-hal itu kepentingan 2024.

Jika memang PDI-Perjuangan  menargetkan untuk menang tiga kali berturut-turut, dan serius mencalonkan Puan Maharani Ketua DPR-RI sebagai calon presiden RI mendatang, jangan sampai karena permasalahan #MenteriMesum yang diduga adalah Abdullah Azwar Anas menjadi batu sandungan karena hilangnya tingkat kepercayaan masyarakat.

Sebenarnya Menpan-RB cukup memberikan klarifikasi terkait foto tersebut sampai tuntas jangan diabaikan atau didiamkan. Kalau memang itu tidak benar, cukup laporkan kepada aparat hukum pembawa isu miring itu.

Baca Juga : Sambalnya Khas Rumahan Racikan Istri, Ayam Goreng Bidadari Diserbu Ratusan Pembeli

Karena dengan diam tanpa kata seperti semakin membuat publik bingung dan bertanya-tanya kenapa ketika yang bersangkutan ingin terus berkarir menjadi pejabat publik, foto-foto itu dimunculkan kembali dan isu seperti ini di hembuskan lagi.

Bagaimanapun  #MenteriMesum sangat berdampak negatif terhadap pemerintahan presiden Jokowi, elektoral partai besutan Ibu Megawati dan istrinya Ipuk Fiestiandani yang saat ini menjabat sebagai Bupati Banyuwangi jika dibiarkan terus-menerus oleh yang bersangkutan.

Selain itu, realitas yang terjadi juga berdampak kurang baik bagi iklim demokrasi dan edukasi generasi muda terhadap politik dan kekuasaan.

Mungkin hari ulang tahun Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika dua tahun lalu (2020) dia masih berjuang untuk menjadi Bupati Banyuwangi.Kemudian tahun lalu (2021) dirinya untuk pertama kali merayakan Ultah sebagai seorang bupati Banyuwangi

Pada tahun ini, kaldo ultah untuknya adalah dua kabar yang bertolak belakang. Pertama khabar bahagia karena suaminya menjadi Menpan-RB dan kedua berita cukup sedih dan  memprihatikan viralnya #MenteriMesum viral di media sosial setelah pelantikan suaminya.

Tetapi inilah realita, harapan kami semoga Mbak Ipuk  selalu diberikan kesehatan kesabaran dan kekuatan dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai sosok istri sekaligus pemimpin Banyuwangi. Karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan dalam mewujudkan Banyuwangi yang maju dan lebih baik sesuai dengan visi dan misinya serta janji politiknya di Bumi Blambangan.

Penulis Bondan Madani Ketua Umum Lembaga Diskusi Kajian Sosial Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (LDKS PIJAR)

Topik
opini jatimtimes

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya