27/01/2023 Geowisata, Sumber Devisa dan Investasi Kesehatan 2 | Jatim TIMES

Geowisata, Sumber Devisa dan Investasi Kesehatan 2

Jan 15, 2023 19:59
Prof. Ir. Adi Susilo, PhD.
Ketua Pusat Studi Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya
Ketua Laboratorium Geofisika, Universitas Brawijaya
Pengurus Pusat ASASI
Prof. Ir. Adi Susilo, PhD. Ketua Pusat Studi Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya Ketua Laboratorium Geofisika, Universitas Brawijaya Pengurus Pusat ASASI

JATIMTIMES - Melanjutkan topik dari tulisan yang pertama dengan judul “Investasi Kesehatan Geowisata, Sumber Devisa dan Investasi Kesehatan 1”, maka kali ini penulis memberikan topik lanjutannya, yaitu pembahasan bagian ke 2. Namun penulis akan mencoba, kenapa daerah selatan, sangat potensial menjadi daerah “Geowisata”. Dalam hal ini, penulis mencoba membayangkan keadaan daerah selatan Pulau Jawa, pada umur Tersier, yaitu pada sekitar 19 juta tahun yang lalu (umur ini, untuk waktu geologi masih cukup pendek). 

Daerah selatan pulau Jawa didominasi oleh batugamping, hal ini menandakan bahwa daerah selatan dulunya adalah laut. Batu gamping merupakan salah satu batu sedimen, yang syarat terbentuknya harus di laut, yaitu sebelumnya adalah batu karang. Tak heran, dibeberapa lokasi, pada batu gamping ini terdapat fosil fosil binatang laut, baik yang bersifat mikroskopik (sangat lembut dan kecil), maupun yang bersifat makroskopik (bisa dilihat dengan mata atau paling tidak dengan alat pembesar, lup).

Lapisan-Batubara-di-desa-Argotirto-Kecamatan-Sumbermanjing-Wetan-Kabupaten-Malang0147ddbe4faa4154.jpg
Lapisan Batubara di desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang

Namun pada bagian yang lain, ternyata daerah selatan Pulau Jawa juga terdapat bekas bekas gunung api aktif. Gunung api ini dicirikan dengan adanya gunung yang secara bentuknya, tetap kokoh tinggi. Hampir menyerupai kerucut, tetapi batunya adalah batu hitam (batuan beku). Pada beberapa bagian, bekas gunung apa aktif ini ada di perbatasan dengan laut (lereng laut), ada di sebagian lagi agak masuk di sebelah utara. Tetapi, yang pasti, gunung ini dulunya adalah gunung api aktif.

Baca Juga : Wujud Komitmen RSI Unisma ke Masyarakat, Jalin MoU dengan Muslimat NU Kota Malang

 

Hal inilah yang menjadikan adanya Geodiversitas untuk daerah selatan pulau Jawa. Gunung api aktif ini, dulunya adalah gunung api yang ada di laut, ketika daratan tersebut dulunya adalah laut (dicirikan dengan adanya batu gamping pada keterangan di atas). Pada bagian lain, bukti adanya gunung api, adalah di beberapa tempat didapati adanya batuan “ZEOLIT”, seperti yang terdapat di daerah kecamatan Sumbermanjing Wetan desa Sidomulyo, dan daerah desa Ngeni, yang masuk di bagian selatan dari Kabupaten Blitar.

Lapisan-batuan-lanau-di-pantai-Sidoasri.-Masyarakat-sekitan-menamainya-dengan-batu-berwarna13e6c5731e3394e0.jpg
Lapisan batuan lanau di pantai Sidoasri. Masyarakat sekitan menamainya dengan batu berwarna

Zeolit ini penting sekali, karena bisa dijadikan sebagai absorber (penyerap). Kadang beberapa peternak, menumbuk zeolite ini, dan dicampur dengan makanan ternak nya, agar ternak tersebut sering haus, yang pada gilirannya, bisa diberikan minum yang banyak vitaminnya, sehingga ternak (ayah dan sapi) bisa secepatnya gemuk.

Pada bagian lain, ternyata juga sempat penulis dapati adanya lapisan batubara, yang terletak di desa Argotirto, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Hal ini juga menandakan bahwa, pernah terdapat suatu danau atau cekungan yang ditumbuhi oleh tumbuhan, dan akhirnya tumbuhan tersebut terendapkan, tertutup lapisan tanah, terkena panas dari dalam, namun tidak sampai menjadi abu.

Jadilah batubara yang berlapis lapis. Apakah batu bara ini propek secara keekonomiannya? Pernah ada yang menanyakan hal tersebut kepada penulis. Batubara ini tidak ekonomis, namun bisa digunakan sebagai Geoedukasi (pembelajaran kebumian). Hal inilah, kenapa daerah selatan pulau Jawa (dalam hal ini penulis memaparkan yang di kabupaten Malang dan Blitar bagian selatan dulu), sangat prospek untuk dijadikan sebagai Geowisata.

Batu-Gamping-yang-terlihat-berlapis-lapis-di-sebelah-Jembatan-pantai-Ungapan-Kecamatan-Gedanganf155e8b6cfdbe076.jpg
Batu Gamping, yang terlihat berlapis lapis, di sebelah Jembatan, pantai Ungapan, Kecamatan Gedangan

Kalau hal ini bisa terpetakan secara detil, dan didukung oleh stakeholder (pemangku kepentingan), maka sangat memungkinankan sekali dijadikan sebagai suatu pariwisata yang khas, yaitu Geowisata. Pariwisata jenis ini, adalah merupakan pariwisata petualangan, dimana nantinya akan banyak memberikan kesempatan untuk berjalan kaki bagi wisatawan (Investasi Kesehatan), dan juga adanya pemasukan devisa baru, baik bagi pemerintah, masyarakat yang terlibat maupun pengelola lainnya, yang akan saling memberikan kemanfaatan bagi semuanya. Terdapat beberapa daerah tertentu yang sangat prospek untuk Geowisata ini, diantaranya adalah BOWELE, SPELOT dan beberapa lainnya kea rah barat. Tulisan selanjutnya akan membahas masalah berikut

Topik
geowisata

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya